Bukan Rembulan
Bagai rembulan yang sinarnya
memancar indah, cahanya membuat jatuh hati siapapun yang memandangnya. Cantik,
menarik, entah apalagi yang mereka pikirkan tentangnya. Cahaya itu masuk begitu
saja. Dari mata turun ke hati, itulah
peribahasa yang tepat untuk menggambarkannya.
Tapi tahukah mereka bahwa
cahaya itu bukanlah milik sang rembulan? Rembulan yang menawan tidaklah
memancarkan pesonanya sendiri. Ia hanya memantulkan cahaya dari sang mentari,
pusat tata surya. Sesungguhnya mentari itulah yang membuat bulan terlihat indah.
Keduanya pun tidak serta merta ada, melainkan
karena kehendak Sang Kholiq. Karena itu, sebelum mengagumi rembulan, kagumilah
matarahi. Sebelum mencintai matahari, cintailah Sang Pencipta.