Thursday, March 2, 2017

Cantik cantik kok ...

Tadi siang sebelum berangkat kuliah, aku sempatkan mampir ke kantor Telkom untuk bertanya-tanya tentang wifi untuk dipasang di tempat usaha keluarga. Setibanya di kantor Telkom, sudah banyak orang duduk-duduk di depan kantor dengan berbagai macam gadget di hadapannya. Hmm...Tentu saja, pasti koneksinya lanjar jaya di sini. Ketika memasuki ruangan, sudah ada beberapa mbak-mbak yang bertugas melayani pengunjung. Tidak ada yang aneh sebenarnya dengan kondisi ini sampai aku mulai berbicara dengan salah satu petugasnya.

Thursday, February 2, 2017

The D-Day

Day 18
Wednesday, February 1, 2017
 The D-Day
Waking up in the morning with a good spirit, breathing the fresh air outside and seeing the sunshine rising, this is what I felt this morning. I feel my feet stepped lightly that I’d prepared anything for today’s special occasion. Yep! Today I was going to be evaluated by my two supervisors from Phranakhon Rajabhat University, Prof. Dr. John Pearson and Dr. Wilaichitra Nilsawaddi; my mentor, Mrs. Suppattereeya Nimcharoen; and my teacher, Mr. Chittawee Mongphet. It would be a great teaching evaluation for me but I’d fight for it. I had practiced teaching the night before by using timer to mind the time and it worked. Alhamdulillah… I finally found the reason why I didn’t teach well in the previous teaching. It was because I didn’t mind the time. I just talked too much and it went to nowhere. Hehehe… Ckckck.

Bı tey Chicken

Day 19
Thursday, February 2, 2017

Bı tey Chicken

This morning, at the 1st and 2nd period, I and my friends, Rina and Risma, had chance to attend the cooking class. It was M.3/7 that had cooking practice. We suddenly decided to cook there too but sadly, we didn’t bring any ingredient. So we just took pictures and helped the students to cook. Actually it wasn’t a help, maybe it was disturbance but we did that because we wanted to learn how to cook ‘Chicken with Bı tey’. Bı tey means pandan leaf or daun pandan in Indonesia. There were five groups there which cooked different appetizer –So, that time was the appetizer cooking class-. We walked around observing one group to the others hoping that we could taste every food they made. Hehehe…
 The students cook the appetizer
 Bı tey Chicken before fried

Friday, January 20, 2017

Living as a Student Teacher in Thailand

Living as a Student-Teacher in Thailand

Day 1
15 January 2017

At the beginning I wasn’t sure that I would get permission from my parents to join this SEAMEO program, but then I got it. Then, I didn’t have any idea whether I would pass the selection or not, but then I passed it. After that, I mistook the flight ticket that might cause me to over stay for a day in Thailand, but then it resolved. Going through those uncertainties makes me wonder whether I will be able to go to Thailand or not, but now I’m here in Bangkok, Thailand.

Friday, September 11, 2015

Teruntuk Kucing Tumil

Teruntuk Kucing Tumil


Innalillahi wa innailaihi roji’un…

Kucing Tumil, nama kucing yang baru beberapa waktu yang lalu aku ceritakan dalam ‘Curhatan Untuk Seekor Kucing’, baru saja meninggal, tepatnya tanggal 10 September 2015 sekitar pukul 16.15.

Aku yang mengetahuinya dari adikku langsung shock. Sulit dipercaya, kucing yang baru saja aku bagi kisahnya kini telah tiada. Kucing yang kadang menyebalkan, tapi juga menggemaskan, kucing yang saat bulan puasa selalu bangun ikut sahur, kucing yang setiap subuh selalu datang dan mengambil tempat sholatku, kucing yang selalu datang setiap kali ada yang makan, dan kucing yang selalu berpindah tempat tidur, kini jasadnya sudah dikubur di sebelah pohon nangka. Aku tidak menyangka dia akan pergi secepat ini. Baru beberapa bulan aku menyadari kehadirannya, tapi rasanya seperti sudah lama sekali dia bersama kami; aku dan keluargaku.

Aku jadi teringat saat malam sehari sebelum dia meninggal, dia tidur di bantalku. Bayangkan, bantalku! Aku pun menyuruhnya menyingkir karena aku juga mau tidur. Tidak pernah aku kira kalau itu adalah kali terakhir dia tidur di tempat tidurku. Ya ampun… Aku jadi merasa … Ya sudahlah.

Kini, dia sudah pergi ke dimensi lain, ke alam lain. Semoga kamu mendapat tempat yang terbaik, yang lebih baik, dan dikelilingi makhluk-makhluk Allah yang baik-baik ya Tumil. Aamiiin… J

Tuesday, September 8, 2015

An Odd but Hilarious Dream

An Odd but Hilarious Dream

Just like the title, this story is a little bit crazy but very interesting. Hahaha
Well, it happened on Wednesday night, 15/04/2015. I was sleeping and having this dream.

For your information, I ever liked someone, my upper class boy in SHS which is like comic’s character. Unfortunately, we never talked each other. Yep! It’s one sided like. Haha…

Okay, here is my dream.

Curhatan Untuk Seekor Kucing

Curhatan Untuk Seekor Kucing

Aneh sekali!

Kamu kucing liar, tapi sudah beberapa bulan ini selalu diberi makan oleh keluargaku. Jadinya sekarang kamu selalu datang ke rumahku, makan di sini, tidur di sini. Kamu yang tadinya kurus, sekarang sudah gendut, perutnya. Apa karena kamu cacingan? Aku nggak tau, tapi yang jelas, sepertinya nasibmu sekarang sudah lebih baik dari pada teman-temanmu (baca: musuh-musuhmu). Anehnya, sampai sekarang kamu masih saja takut pada musuh-musuhmu itu. Kenapa tidak kamu cakar saja musuh-musuhmu itu seperti kamu mencakarku dan adik-adikku saat kami mencoba menyentuhmu? Dasar kucing aneh!

Barusan aku mendengarmu berteriak-teriak melihat musuhmu datang. Aku tidak tahu apa yang sudah dilakukan musuhmu itu padamu, namun saat aku dan adikku datang, kamu sudah terbaring dengan musuh beberapa puluh senti di depanmu. Apa? Kamu duduk-duduk saja sementara musuhmu stay cool berdiri di depanmu? Oh My…