Teruntuk
Kucing Tumil
Innalillahi
wa innailaihi roji’un…
Kucing
Tumil, nama kucing yang baru beberapa waktu yang lalu aku ceritakan dalam ‘Curhatan
Untuk Seekor Kucing’, baru saja meninggal, tepatnya tanggal 10 September 2015 sekitar pukul 16.15.
Aku
yang mengetahuinya dari adikku langsung shock.
Sulit dipercaya, kucing yang baru saja aku bagi kisahnya kini telah tiada. Kucing
yang kadang menyebalkan, tapi juga menggemaskan, kucing yang saat bulan puasa
selalu bangun ikut sahur, kucing yang setiap subuh selalu datang dan mengambil tempat
sholatku, kucing yang selalu datang setiap kali ada yang makan, dan kucing yang
selalu berpindah tempat tidur, kini jasadnya sudah dikubur di sebelah pohon
nangka. Aku tidak menyangka dia akan pergi secepat ini. Baru beberapa bulan aku
menyadari kehadirannya, tapi rasanya seperti sudah lama sekali dia bersama
kami; aku dan keluargaku.
Aku
jadi teringat saat malam sehari sebelum dia meninggal, dia tidur di bantalku. Bayangkan,
bantalku! Aku pun menyuruhnya menyingkir karena aku juga mau tidur. Tidak pernah
aku kira kalau itu adalah kali terakhir dia tidur di tempat tidurku. Ya ampun… Aku
jadi merasa … Ya sudahlah.
Kini,
dia sudah pergi ke dimensi lain, ke alam lain. Semoga kamu mendapat tempat yang
terbaik, yang lebih baik, dan dikelilingi makhluk-makhluk Allah yang baik-baik
ya Tumil. Aamiiin… J