Friday, September 11, 2015

Teruntuk Kucing Tumil

Teruntuk Kucing Tumil


Innalillahi wa innailaihi roji’un…

Kucing Tumil, nama kucing yang baru beberapa waktu yang lalu aku ceritakan dalam ‘Curhatan Untuk Seekor Kucing’, baru saja meninggal, tepatnya tanggal 10 September 2015 sekitar pukul 16.15.

Aku yang mengetahuinya dari adikku langsung shock. Sulit dipercaya, kucing yang baru saja aku bagi kisahnya kini telah tiada. Kucing yang kadang menyebalkan, tapi juga menggemaskan, kucing yang saat bulan puasa selalu bangun ikut sahur, kucing yang setiap subuh selalu datang dan mengambil tempat sholatku, kucing yang selalu datang setiap kali ada yang makan, dan kucing yang selalu berpindah tempat tidur, kini jasadnya sudah dikubur di sebelah pohon nangka. Aku tidak menyangka dia akan pergi secepat ini. Baru beberapa bulan aku menyadari kehadirannya, tapi rasanya seperti sudah lama sekali dia bersama kami; aku dan keluargaku.

Aku jadi teringat saat malam sehari sebelum dia meninggal, dia tidur di bantalku. Bayangkan, bantalku! Aku pun menyuruhnya menyingkir karena aku juga mau tidur. Tidak pernah aku kira kalau itu adalah kali terakhir dia tidur di tempat tidurku. Ya ampun… Aku jadi merasa … Ya sudahlah.

Kini, dia sudah pergi ke dimensi lain, ke alam lain. Semoga kamu mendapat tempat yang terbaik, yang lebih baik, dan dikelilingi makhluk-makhluk Allah yang baik-baik ya Tumil. Aamiiin… J

No comments: