Tuesday, September 8, 2015

Curhatan Untuk Seekor Kucing

Curhatan Untuk Seekor Kucing

Aneh sekali!

Kamu kucing liar, tapi sudah beberapa bulan ini selalu diberi makan oleh keluargaku. Jadinya sekarang kamu selalu datang ke rumahku, makan di sini, tidur di sini. Kamu yang tadinya kurus, sekarang sudah gendut, perutnya. Apa karena kamu cacingan? Aku nggak tau, tapi yang jelas, sepertinya nasibmu sekarang sudah lebih baik dari pada teman-temanmu (baca: musuh-musuhmu). Anehnya, sampai sekarang kamu masih saja takut pada musuh-musuhmu itu. Kenapa tidak kamu cakar saja musuh-musuhmu itu seperti kamu mencakarku dan adik-adikku saat kami mencoba menyentuhmu? Dasar kucing aneh!

Barusan aku mendengarmu berteriak-teriak melihat musuhmu datang. Aku tidak tahu apa yang sudah dilakukan musuhmu itu padamu, namun saat aku dan adikku datang, kamu sudah terbaring dengan musuh beberapa puluh senti di depanmu. Apa? Kamu duduk-duduk saja sementara musuhmu stay cool berdiri di depanmu? Oh My…


Aku pun mendekat dan Oh No! Ada air di sekitar tempatmu duduk. Kamu pasti kencing di situ, di lantai itu! Yang benar saja?! Saking takutnya kamu sampai terkencing-kencing? Ya ampun…

Hmm… Bagaimanapun, kamu pasti sangat ketakutan. Pernah dulu aku temukan semacam kotoran yang tidak biasa menempel di lantai. Saat itu aku dan keluargaku baru saja pulang dari lebaran di luar kota. Apakah itu juga hasil dari ketakutanmu? Ya ampun… Lalu bagaimana kalau besok kami pergi ke luar kota lagi? Kamu tahu apa? Kepergian kami besok sedikit lebih lama daripada saat lebaran. Jadi, apakah ‘hasil’ dari ketakutanmu akan ada lagi? Tidak bisakah kamu menjadi lebih berani dan balik menghajar musuhmu itu?

No comments: