Thursday, March 2, 2017

Cantik cantik kok ...

Tadi siang sebelum berangkat kuliah, aku sempatkan mampir ke kantor Telkom untuk bertanya-tanya tentang wifi untuk dipasang di tempat usaha keluarga. Setibanya di kantor Telkom, sudah banyak orang duduk-duduk di depan kantor dengan berbagai macam gadget di hadapannya. Hmm...Tentu saja, pasti koneksinya lanjar jaya di sini. Ketika memasuki ruangan, sudah ada beberapa mbak-mbak yang bertugas melayani pengunjung. Tidak ada yang aneh sebenarnya dengan kondisi ini sampai aku mulai berbicara dengan salah satu petugasnya.

Aku : Mbak, mau tanya, kalau mau pasang wifi biayanya berapa ya?
Dia  : Sekarang ind*h*me, mbak.
Ya iyalah, masa m*f* dari sm**t***n atau b**net. Namanya di Telkom ya pasti ind*h*me. Lagian, apapun namanya yang penting wifi kan.
Aku : Iya, ind*h*me. Berapa?
Dia  : Untuk pemasangan pertama 580 ribu, mbak.
Aku : Paling murah segitu?
Dia  : Ada dua, 350 ribu sama 580 ribu, mbak.
Aku : Yang 350 ribu kuotanya berapa?
Dia  : Kuotanya 20 GB.
Aku : 20 GB sehari?
Dia  : Sebulan itu 20 GB, mbak.
Mahal amat
Aku : Kalau yang unlimited?
Dia  : Yang unlimited 580 ribu, mbak.
Aku : Maksimal berapa perangkat yang bisa terhubung?
Dia  : HP.
????????????????????????????????????????????????
Mbaknya ngerti maksudku nggak sih??
Aku tanya gini soalnya beberapa wifi ada pembatasan perangkat jadi ya just in case aja.
Aku : Iya, berapa perangkat maksimal, mbak?
Dia  : Iya HP, mbak.
Hhh....
Aku : Laptop?
Dia  : Iya, laptop bisa.
Aku : Nah, maksimal berapa HP dan laptop yang bisa nyambung?
... Hening beberapa saat ....
Dia  : Lima.
What?!?!? 580 ribu cuma untuk koneksi 5 perangkat? OMG! 
Aku : Cuma 5 perangkat?!
Mungkin mbaknya bingung terus tanya mbak-mbak di sebelah kirinya dan mbak di sebelah kiri itupun menjawab dengan jawaban yang aku harapkan bahwa tidak ada pembatasan perangkat.
Aku : Oh iya mbak, di tempat saya belum ada telepon rumahnya.
Dia  : Nanti bisa dapat %&(^%#@$%(()&&))$@@^*%% 
Aku : Dapet apa mbak?
Dia  : &(&&$#%%^(@@@%$%&*(&%
Tetep aja aku nggak ngerti, bahkan kata 'telepon rumah' juga nggak disebut.
Mbaknya ngomong dengan bahasa yang sangat teknis yang orang awam sepertiku nggak ngerti maksudnya.
Aku langsung teringat kata-kata Albert Einstein bahwa orang yang benar-benar paham/ pintar dapat menjelaskan sesuatu yang sulit dengan bahasa yang mudah dipahami. Nah, bagaimana dengan mbak-mbak satu ini?
Aku : Telepon rumahnya belum ada, mbak. (kataku sekali lagi)
Maksudku di sini supaya mbaknya bilang kalau nanti akan dipasang telepon rumah dulu atau gimana karena setahuku wifi dari Telkom menggunakan jaringan telepon rumah. Wifi di rumahku kaya gitu soalnya.
Dia  : Telepon rumahnya bisa dinonaktifkan.
Entah cuma perasaanku aja atau gimana kok rasanya mbak ini nggak nyambung ya diajak ngomong?
Aku : Alamat tempat saya di jalan xxx mbak. Udah ada jaringan kan di sana?
Mbaknya pun bertanya ke mbak-mbak lain di sebelah kananya dan mbak-mbak tersebut bilang kalau dia akan menyurvey lokasi saya itu. Mbak penyurvey lokasi itu juga meminta alamat tempat yang akan dipasang wifi beserta nomor HPku.
Dia  : Nomor teleponnya berapa, mbak?
Aku : 08**********. Mbak, kalau saya mau tanya-tanya lagi tentang pemasangan wifi ini, saya bisa telepon kemana ya?
Dia  : Ke sini, mbak. (sambil menunjuk nomor HPku yang ditulis di potongan kertas)
Beneran deh, ini mbaknya 'dong' nggak sih sebenernya??
Ya kali aku telepon diriku sendiri. Non sense banget.
Mungkin karena mbak penyurvey tadi gregetan sama jawaban mbak-mbak di depanku ini, dia pun mengatakan bahwa aku bisa menghubungi dia. Aku pun mendapat kertas berisi nomor teleponnya. Setelah mengucapkan terimakasih pada mbak penyurvey lokasi, aku pun pergi meninggalkan kantor Telkom dengan penuh praduga.

Beneran deh, itu mbak-mbak yang aku ajak bicara tadi masih magang apa ya?
Tapi kalau magang, masa nggak ngerti maksud dari 'perangkat'?
Tapi kalau nggak ngerti arti 'perangkat' masa dia bisa ngomong bahasa-bahasa teknis yang aku nggak ngerti tadi?
Atau jangan-jangan....dia robot?!!
Hahaha.... jadi dari tadi aku ngobrol sama robot to? Pantesan nggak nyambung, kata-kata dia udah terprogram sih.
Duh, seriusan deh, baru kali ini aku ngomong sama orang yang banyak banget nggak nyambungnya. ckckck

2 Maret 2017

No comments: