Santun
& Peka
Selalu ada orang yang berbeda dari kebanyakan orang, lebih baik daripada sebagian besar mahasiswa baru. And I just found them.
Pagi itu, sekitar pukul 10 pagi, aku mengantar
bapakku ke salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Sesampainya di sana,
aku melihat dua orang mahasiswa baru sedang menanti seseorang di luar bus. Ya,
mereka adalah mahasiswa baru, aku dapat mengetahuinya dari potongan rambutnya
yang masih berbau OSPEK, semi botak 1-2-1.
Begitu melihat kedatangan dosen yang telah
dinantinya, mereka pun segera menghampiri dan mencium tangan dosen tersebut,
yang notabene adalah bapakku. Kemudian mereka berkata dengan ramah ala EO
berpengalaman, “Silakan, Pak, langsung naik ke bus saja karena sudah ditunggu
Bu Dyah di dalam.”
Wow! Bukankah itu keren? Berapa banyak anak muda
yang bisa berlaku sopan sekaligus ramah pada Bapak/Ibu Gurunya, atau dalam
kasus ini, pada Dosennya? Very little or just a little?
Setelah bapakku sedikit mengenalkanku pada dua maba
tersebut, aku pun segera menaiki motorku untuk kembali ke rumah. “Bisa muter
motornya?” tanya salah satu maba itu. Dan lagi, pertanyaannya membuatku kembali
kagum kepadanya. We just met but he could offer some helps anyway. That’s
great!
“Iya, bisa kok,” jawabku ramah dan santai. Dalam perjalanan
pulang, aku berfikir, ‘Andai semua orang
bisa se-santun dan se-peka mereka, pasti dunia menjadi lebih keren!’
- - Joo SL - -
No comments:
Post a Comment